Jika Kamu Memang Tak Mampu Setia Padanya, Harusya Kamu Punya Nyali Untuk Meninggalkannya

Lelaki, seringkali meganggap enteng perasaan wanita, seringkali berbohong dan bermain rasa dengan wanita lain padahal dia sendiri masih mempunyai ikatan pasti dengan wanita yang disebutnya “istri”.

Banyak sekali lelaki yang berjalan dan bersenang-senang dengan wanita lain, hanya karena sebuah alasan “bosan”.

Sungguh tidak gentle sama sekali, seharusnya jika benar dia bosan yang dilakukannya adalah mencari alasan kenapa dia bosan, lalu perbaikilah dengan rasa sabar dan ikhlas, bukan lari dari tanggung jawab, bukan malah selingkuh melanggar aturan Allah.

Dan seharusnya lagi jika memang kamu sudah tak mampu setia padanya, harusnya kamu punya nyali untuk meninggalkannya, bukan hanya mengabaikannya dengan kebohongan-kebohongan.

Jangan Pengecut Dengan Terus Berbohong dan Diam-diam Berjalan Dengan Wanita Lain

Jadi laki-laki itu harus mampu bertanggung jawab, jika benar ada belenggu dalam pernikahan yang telah kamu sepakati, seharusnya yang kamu lakukan adalah memperbaikinya, bukan malah nyerah dan kabur begitu saja.

Ayolah, jangan pengecut dengan terus berbohong dan diam-diam berjalan dengan wanita lain. Masak iya yang dikatakan pemimpin bagi wanita, malah pengecut dan sama sekali tidak berjiwa lelaki?

Lelaki seharusnya bagaimana? dia harus tegas, dia harus berani bertindah adil, dia harus mampu mengayomi wanitanya, bukan malah menyakitinya dan terus mendzaliminya dengan sebuah pengkhianatan.

Jurjur Saja Meski Akan Menyakitinnya, Karena Itu Lebih Baik Daripada Kamu Berkhianat Menyelingkuhinya

Iya, yang seharusnya kamu lakukan itu adalah jujur, berkata sebenarnya kepadanya meski kejujuranmu nantinya akan menyakiti hatinya.

Namun itu lebih baik daripada kamu berkhianat dan menyelingkuhinya, karena sungguh rasanya dikhianati dan diselingkuhi itu sangat-sangat menyakitkan.

Katakan Padanya Bahwa Kamu Sudah Tak Lagi Sejalan, Bukan Langsung Jalan Dengan Orang Lain Padahal Kamu Masih Punya Ikatan Dengannya

Untuk itu, jika memang benar kamu sudah tidak bisa lagi sejalan dengannya dalam menata masa depan, seharusnya katakan padanya dengan penuh keberanian, bukan langsung jalan dengan orang lain padahal kamu masih punya ikatan pasti dengan wanita yang kamu sebut “istri”

Dulu Kamu Minta Kepada Ayahnya Secara Baik-baik, Maka Bila Kamu Lelaki Baik Harusnya Pulangkan Dia Dengan Cara yang Baik Pula

Ingatlah dengan bijak, dulu dia kamu minta kepada ayahnya dengan baik-baik, maka bila kamu lelaki yang baik harusnya kamu pulangkan dia dengan cara yang baik pula.

Bukan dengan meninggalkannya tanpa alasan, dan bukan dengan mengabaikannya dengan tindakan bodoh seperti halnya berselingkuh bersenang-senang dengan wanita lain tanpa kata “talaq” terlebih dahulu.

Satu Hal yang Perlu Kamu Ingat, Bosan dan Masalah Itu Bukan Alasan Untuk Mendua. Maka Gentle-lah Jadi Lelaki

Serta satu hal yang perlu kamu ingat sebagai lelaki, rasa bosan, masalah, dan bahkan kesalahan yang dibuat istrimu bukan alasan untukmu bisa mendua dan pindah haluan.

Karena seharusnya jika masalah dan rasa bosan itu memang datang dari istrimu, yang kamu lakukan adalah mencari solusi agar semuanya membaik, bukan malah menambah masalah dengan kamu menggaet wanita lain dalam hubungan yang masih utuh dengan wanita yang kamu sebut “istri”.